Dag Dig Dug & Keringat di Telapak Tangan Belum Tentu Jantungan
Submitted by admin on Tue, 05/20/2008 - 06:00Jakarta - Tak selamanya jantung yang berdebar-debar, akibat mengidap penyakit jantung. Begitu juga dengan keringat dingin yang berlebihan di telapak tangan.
"Banyak macam yang menyebabkan berdebar-debar. Cari tahu penyebabnya. Selain itu tangan basah, kalau diperiksa tapi jantung tidak apa-apa, memang karena kelenjar keringatnya lebih banyak," kata kata staf pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Jetty RH Sedyawan SpJP K FIHA, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (3/10/2007).
Tingginya Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung
Submitted by admin on Tue, 05/20/2008 - 05:44Jakarta - Gaya hidup masyarakat yang terus berubah membuat angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) meningkat. Bahkan saat ini kardiovaskuler menjadi pembunuh urutan nomor satu di Indonesia.
"Survei tahun 2002, penyakit ini menempati nomor satu. Kita sama dengan negara maju," kata staf pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler dr Jetty RH Sedyawan SpJP K FIHA, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (3/10/2007).
Aspirin Dosis Rendah Lindungi Jantung Anda
Submitted by admin on Mon, 05/19/2008 - 08:39KEBANYAKAN orang sudah mengenal aspirin sebagai obat pereda nyeri. Mungkin belum banyak yang tahu aspirin juga bisa mencegah penyakit kardiovaskular (PKV), tetapi dosisnya berbeda. Sebagai pereda nyeri, dosis aspirin biasanya sekitar 500 mg. Nah, untuk pencegahan PKV, dosisnya sangat rendah. “Hanya 100 mg per hari,” tutur Dr. Jetty Sedyawan, Sp.JP(K), FIHA.
Tak seperti aspirin yang dijual bebas, penggunaan aspirin dosis rendah ini harus diresepkan dokter. Menurut Dr. Jetty, aspirin ini harus dikonsumsi rutin sehingga memerlukan konsultasi dan pengawasan dokter.
Aspirin yang juga dikenal dengan nama acetyl salicylic acid (ASA) atau asam asetil salisilat, sudah ditemukan lebih dari 100 tahun lalu. Sudah banyak pula studi yang dilakukan berkaitan dengan aspirin.
